1. 5 faktor yang menjadi pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha yang akan didirikan :
- Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika menjalankan bisnis, ada dua hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Ketika CV atau Firma dijadikan pilihan badan usaha, maka ketika timbul suatu kerugian itu menjadi tanggung jawab pemiliknya hingga ke harta pribadi. Berbeda badan usaha berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang mengenal batasan tanggung jawab sebesar modal yang disetorkan. Semua pengusaha tentu ingin memiliki kendali atas bisnisnya. Namun, setiap pengendalian tersebut memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab hukum sesuai dengan badan usaha yang dipilihnya.
- Kemampuan Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya mereka yang berbisnis dengan modal yang terbatas akan memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kemampuan keuangannya. Kalau biaya untuk mendirikan PT tidak ada, mereka bisa mendirikan CVyang biayanya lebih murah dan proses pendiriannya lebih sederhana. Sebagai gambaranbiaya pendirian PT di Jakarta berkisar Rp 8 juta – Rp 15 juta, tergantung dari skala usahanya. Sementara biaya pendirian CV di Jakarta adalah antara Rp 5juta – Rp 6 juta. Lagi-lagi yang perlu diingat, memilih mendirikan PT atau mendirikan CV berkorelasi pada pertanggungjawaban pemilik badan usaha tersebut.
- Kemudahan Memperoleh Modal
Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Salah satu keuntungan badan usaha adalah dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila arus kas yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.
- Perkembangan Usaha
Pengusaha haruslah visioner. Oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Meski awalnya tidak memiliki badan usaha, pemilik Bebek Dower, Doni Tirtana, mengatakan akhirnya memilih mendirikan PT bagi bisnisnya karena tuntutan dari pihak ketiga. Pendirian PTjadi keharusan karena ketika bisnisnya berkembang dan bermitra dengan korporasi,menurut Doni, biasanya mereka lebih nyaman bila bentuknya PT. Selain berbadan hukum, untuk keperluan penagihan pajak akan lebih mudah. Jadi, seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.
- Kewajiban dari Undang-Undang
Dalam bisnis tertentu, peraturan telah menggariskan adanya jenis badan usaha yang harus dipilih untuk dapat menjalankan bisnis. Semisal dalam pendirian Bank dan Rumah Sakit haruslah berbadan hukum PT. Dengan demikian, tidak ada pilihan bagi pengusaha untuk memilih badan usaha lainnya.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki visi yang jauh ke depan.
2. Menurut saya usaha koperasi lebih cocok untuk rakyat Indonesia karena :
Negara Indonesia adalah Negara kekeluargaan yang mementingkan gotong royong serta musyawarah untuk mencapai mufakat. hal ini sangat berkaitan sekali dengan usaha koperasi yang mengharuskan anggotanya memiliki sikap gotong royong (saling bekerjasama) dan setiap keputusan yang diambil dalam usaha koperasi memerlukan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dan karena itu usaha koperasi sangat cocok untuk rakyat indonesia yang setiap orangnya sudah tertanam jiwa gotong royong serta sikap musyawarah.
3. Alasan saya gerakan koperasi masih lambat walaupun sudah dibantu pemerintah adalah :
Karena pemerintah terlalu memanjakan fasilitas koperasi, membuat para anggota koperasi semakin malas dan hal itu pula yang membuat gerakan koperasi masih lambat. adanya kemalasan karena anggota koperasi menyadari semua sudah dibantu pemerintah mereka merasa dengan duduk tenang semua sudah teratasi karena bantuan dari pemerintah. seharusnya anggota koperasi (gerakan koperasi) lebih senang dan semangat karena adanya bantuan dari pemerintah. bukan malah menjadi malas dengan adanya bantuan tersebut.