Kamis, 26 November 2015

Badan Usaha serta Koperasi

1. 5 faktor yang menjadi pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha yang akan didirikan : 

  1. Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika menjalankan bisnis, ada dua hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Ketika CV atau Firma dijadikan pilihan badan usaha, maka ketika timbul suatu kerugian itu menjadi tanggung jawab pemiliknya hingga ke harta pribadi. Berbeda badan usaha berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang mengenal batasan tanggung jawab sebesar modal yang disetorkan. Semua pengusaha tentu ingin memiliki kendali atas bisnisnya. Namun, setiap pengendalian tersebut memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab hukum sesuai dengan badan usaha yang dipilihnya.
  1. Kemampuan Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya mereka yang berbisnis dengan modal yang terbatas akan memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kemampuan keuangannya. Kalau biaya untuk mendirikan PT tidak ada, mereka bisa mendirikan CVyang biayanya lebih murah dan proses pendiriannya lebih sederhana. Sebagai gambaranbiaya pendirian PT di Jakarta berkisar Rp 8 juta – Rp 15 juta, tergantung dari skala usahanya. Sementara biaya pendirian CV di Jakarta adalah antara Rp 5juta – Rp 6 juta. Lagi-lagi yang perlu diingat, memilih mendirikan PT atau mendirikan CV berkorelasi pada pertanggungjawaban pemilik badan usaha tersebut.
  1. Kemudahan Memperoleh Modal
Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Salah satu keuntungan badan usaha adalah dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila arus kas yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.
  1. Perkembangan Usaha

    Pengusaha haruslah visioner. Oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Meski awalnya tidak memiliki badan usaha, pemilik Bebek Dower, Doni Tirtana, mengatakan akhirnya memilih mendirikan PT bagi bisnisnya karena tuntutan dari pihak ketiga. Pendirian PTjadi keharusan karena ketika bisnisnya berkembang dan bermitra dengan korporasi,menurut Doni, biasanya mereka lebih nyaman bila bentuknya PT. Selain berbadan hukum, untuk keperluan penagihan pajak akan lebih mudah. Jadi, seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.
    1. Kewajiban dari Undang-Undang
    Dalam bisnis tertentu, peraturan telah menggariskan adanya jenis badan usaha yang harus dipilih untuk dapat menjalankan bisnis. Semisal dalam pendirian Bank dan Rumah Sakit haruslah berbadan hukum PT. Dengan demikian, tidak ada pilihan bagi pengusaha untuk memilih badan usaha lainnya.
    Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki visi yang jauh ke depan.

    2. Menurut saya usaha koperasi lebih cocok untuk rakyat Indonesia karena :

    Negara Indonesia adalah Negara kekeluargaan yang mementingkan gotong royong serta musyawarah untuk mencapai mufakat. hal ini sangat berkaitan sekali dengan usaha koperasi yang mengharuskan anggotanya memiliki sikap gotong royong (saling bekerjasama) dan setiap keputusan yang diambil dalam usaha koperasi memerlukan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dan karena itu usaha koperasi sangat cocok untuk rakyat indonesia yang setiap orangnya sudah tertanam jiwa gotong royong serta sikap musyawarah.

    3. Alasan saya gerakan koperasi masih lambat walaupun sudah dibantu pemerintah adalah :

    Karena pemerintah terlalu memanjakan fasilitas koperasi, membuat para anggota koperasi semakin malas dan hal itu pula yang membuat gerakan koperasi masih lambat. adanya kemalasan karena anggota koperasi menyadari semua sudah dibantu pemerintah mereka merasa dengan duduk tenang semua sudah teratasi karena bantuan dari pemerintah. seharusnya anggota koperasi (gerakan koperasi) lebih senang dan semangat karena adanya bantuan dari pemerintah. bukan malah menjadi malas dengan adanya bantuan tersebut.






      Rabu, 11 November 2015

      I.    Pengertian Perusahaan
      Adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

      II. Tempat dan Kedudukan Perusahaan
      Pemilihan tempat dan letak perusahaan, factor penting untuk menjamin tercapainya:
      • Tujuan perusahaan
      • Efisiensi perusahaan
      • Daerah pemasaran produk
      • Pindah tempat : tidak ekonomis dan peraturan pemerintah
      2.1. Tempat Kedudukan Perusahaan
      Adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga lainnya.
      2.2.  Letak Prusahaan
      Adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
      2.3. Jenis-Jenis Letak Perusahaan
             Dibedakan menjadi 4, yaitu :
      • Terikat pada alam
                  Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
                  Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.
      • Terikat sejarah
                  Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu  daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
                  Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
      • Ditetapkan oleh pemerintah
      Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
      Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
      • Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
      Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.

      III.    Perusahaan dan Lembaga Sosial
      Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat jadi bukan untuk mencapai keuntungan maximal tapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.
      3.1. Tujuan Pendirian Perusahaan
      Di badakan menjadi 2, yaitu :
      • Tujuan ekonomis
      Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
      Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
      • Tujuan social
      Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, factor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
      Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.


      3.2. Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
      System adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsungdalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu system karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab social.
      Kepada pemilik modal => pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
      Kepada lembaga peneliti => membantu pendanaan.
      Kepada pekerja => membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
      Kepada konsumen => menyediakan B&J yang bagus.
      Kepada pemerintah => membayar pajak.

      3.3. Sifat Sistem Perusahaan
      Ada beberapa sifat :
      • Kompleks
      • Sebagai suatu kesatuan / unit.
      • Sifatnya beragam.
      • Saling tergantung.
      • Dinamis

      3.4. Fungsi-fungsi Perusahaan
      Ada 2 fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
      • Fungsi operasi
      Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
      • Fungsi manajemen
      Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
      Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
      3.5. Ciri-ciri Perusahaan
      Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
      Cirri umumnya :
      • Operatif
      Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
      • Koordinatif
      Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
      • Regular
      Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
      • Dinamis
      Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
      • Formal
      Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
      • Lokasi
      Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
      • Pelayanan Bersyarat
      Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.


      Lingkungan Perusahaan
      Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
      Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
      1.   Lingkungan Eksternal
      Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
      Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
      A)    Lingkungan eksternal makro
      Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
      • Keadaan alam => SDA, lingkungan.
      • Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan.
      • Hukum
      • Perekonomian
      • Pendidikan dan kebudayaan
      • Social dan budaya
      • Kependudukan
      • Hubungan internasional.
      B)     Lingkungan eksternal mikro
      Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
      Contoh :
      • Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
      • Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
      • Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
      • Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
      2.   Lingkungan Internal
      Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
      Contoh :
      1. Tenaga kerja 
      2. Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana) 
      3. Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan

      Kalau saya disuruh memilih untuk mengembangkan karir saya, saya akan memilih bekerja diperusahaan. 
      karena saat saya bekerja di perusahaan saya dapat melihat manajemen dan sistem yang berjalan diperusahaan tersebut. Dan sambil bekerja diperusahaan saya akan mengumpulkan gaji saya untuk membuka perusahaan baru (Rumah Makan) dan pada saat saya sudah mempunyai perusahaan sendiri (bisnis sendiri) saya sudah bisa memanajemen perusahaan saya sendiri dan menjalankan sistemnya sendiri dengan tepat dan baik.


       https://sites.google.com/site/lingkunganperusahaan/

      Rabu, 04 November 2015

      4 PELAKU BISNIS YANG ADA DI INDONESIA :

      1. Rumah Tangga
      Rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terkecil. Meskipun begitu, rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terpenting karena semua kegiatan ekonomi berawal dari sana. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi pasti melibatkan salah satu atau beberapa anggota keluarga.
      2. Perusahaan Perusahaan
      adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi. Kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan adalah kegiatan produksi (menghasilkan barang). Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen.

      3. Masyarakat Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian karena berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman. Oleh karena itu, melakukan kerja sama dengan masyarakat luar negeri sangat diperlukan karena pada dasarnya sebuah negara tidak bisa berdiri sendiri tanpa berhubungan dengan negara lain.  
      4. Negara/pemerintah            
      Menurut Mr. Soenarko (dalam Ekonomi 2; 2006:29), “Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dan mempunyai kekuasaan tertinggi yang dapat memaksakan kehendaknya kepada warganya”. Negara merupakan kumpulan masyarakat yang mempunyai kekuasaan tertinggi. Kekuasaan inilah yang membedakan negara dengan pelaku-pelaku ekonomi lain. Selain sebagai pelaku ekonomi, negara juga berperan sebagai pengatur perekonomian.


      Mata kuliah pengantar bisnis itu sangat penting sekali. Apalagi di era globalisasi ini.
      MANFAAT PENGANTAR BISNIS DIMASA YANG AKAN DATANG :


      • Kita dapat bekerja secara efektif (bekerja dengan cara yang benar, sehingga tidak menimbulkan masalah atau dampak negatif ) dan efisien (mendapatkan hasil yang maksimal dengan biaya rendah atau tertentu) di dunia bisnis .
      • Dapat melatih kemampuan kita untuk menganalisis, menyelesaikan masalah, serta mengambil keputuan bisnis yang benar tentang berbagai aktifitas dan objek bisnis.
      • Dapat menyesuaikan usaha kita dengan dunia bisnis yang selalu berubah-ubah karena pengaruh globalisai perdagangan global serta perubahan dibidang teknologi informasi dan komunikasi.
      • Serta kita dapat meraih sukses didunia usaha. 
      • Selektif dalam memilih usaha yang akan dijalankan.
      5 MASALAH BISNIS YANG TERJADI DI INDONESIA :


      1. Belum Terwujudnya SDM Unggul

      SDM unggul menjadi mutlak diperlukan apapun bidang maupun sektor yang akan kita perkuat. Dan untuk dapat bersaing, Indonesia perlu unggul dalam SDM. petani unggul, wirausahawan unggul, dokter unggul, pedagang unggul dan berbagai profesi lainnya yang mestinya unggul, lebih dari sekedar mampu. Untuk itu, Indonesia harusnya sudah fokus terhadap peningkatan kualitas SDM unggul  agar mampu melewati segala tantangan sebelum dan sesudah AFTA 2015. SDM dipercaya satu-satunya aset Negara yang paling berharga yang harusnya dijaga dan ditingkatkan untuk dapat memenangkan persaingan. Semakin tinggi kualitas SDM maka semakin kokoh jugalah pertahanan bangsa ini. Sebaliknya semakin rendah kualitas SDM-nya maka semakin mudah bangsa lain menguasai Negara ini. SDM unggul bisa tercapai jika sistem pendidikan di Indonesia juga baik. Pola pikir masyarakat yang belum berorientasi pada kualitas dan kurang fokus terhadap kemandirian harus segera diubah. Karena AFTA 2015 adalah murni persaingan, jika masih lemah dan bergantung pada orang lain tentu akan sulit menjadi pemenang
       
      2. Hilangnya Ekonomi Pro Rakyat

      Negara terdiri dari sekumpulan masyarakat  dimana di dalamnya terdapat tugas dan tanggungjawab Negara dalam memelihara dan menyejahterakan warganya. Ekonomi menjadi dasar kekuatan suatu bangsa untuk maju. Jika perekonomian kuat maka kuatlah Negara itu sebaliknya jika ekonomi lemah maka tinggal menunggu waktu dan hancurlah Negara itu. Indonesia beberapa tahun ini memang mengalami pertumbuhan perekonomian yang positif. Bahkan ketika krisis baru-baru ini terjadi, Indonesia termasuk dari salah satu Negara yang sukses melewatinya karena kuatnya perekenomiannya. Dimana ketika itu, UKM (Usaha Kecil Menengah) tumbuh dengan sangat baik, banyak wirausaha bermunculan dengan kemampuan bisnis yang patut diacungi jempol. Hal tersebut tentu saja dikarenakan kemudahan wirausahawan/i dalam memperoleh akses modal usaha serta adanya keringanan dalam pinjaman usaha. Ekonomi Pro Rakyat tersebut harus dipertahankan bahkan jika memungkinkan seharusnya lebih ditingkatkan. Selain dinilai dapat menyejahterakan rakyat juga terbukti mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia meski perekonomian dunia dalam keadaan tidak stabil. Indonesia harus mampu menyelamatkan UKM  dan rakyat kecil ketika bangsa lain masuk, karena UKM dan rakyat kecil tanpa dukungan pemerintah akan sangat sulit bertahan, baik itu dukungan dalam bentuk modal, kelembagaan, logistik, infrastruktur maupun regulasi serta kebijakan yang pro terhadap rakyat.

      3. Semakin Tergerusnya Nilai Sosial

      Indonesia dikenal dengan Negara yang kaya, terutama karena ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang disanjung-sanjung. Masuknya kebiasaan lain dari Negara yang berbeda tentu akan mempengaruhi sedikit banyak perilaku masyarakat. Jika nilai sosial yang ada sebelumnya tidak dipertahankan bukan tidak mungkin kita kehilangan identitas bangsa. Interaksi sosial antara masyarakat yang semakin minim akibat kemajuan teknologi. Semakin tingginya rasa tidak saling percaya antar sesama warga akibat kurangnya rasa saling memiliki satu sama lain. Semakin mudahnya bangsa ini terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas fakta dan datanya. Bangsa ini memang besar tapi jika tidak bersatu dan saling curiga, habislah sudah peradaban yang sudah dibangun sejak lama ini. Dulu kita sangat hormat pada orang yang lebih tua dari kita, dan sekarang setelah budaya lain masuk dan bercampur dengan kebiasaan-kebiasaan kita, bukannya bisa mempertahankan nilai sosial yang terdahulu malah kita yang terbawa budaya bangsa lain. Lagi-lagi identitas bangsa semakin dipertanyakan.

      4. Kearifan Lokal yang Semakin Terlupakan

      Indonesia patut bangga karena memiliki ratusan suku yang di dalamnya tersimpan ribuan kearifan lokal. Itu harta kita, yang tidak bisa dijual dan tidak dapat ditiru oleh bangsa lain. Ketika semua bangsa sibuk mencari solusi permasalahan lingkungan, kita punya suku Dayak, suku Anak Dalam, suku Baduy dan suku-suku lainnya yang setia menjalankan kearifan lokal yang ada guna menjaga hutan dan sumber daya alam yang ada dengan sangat bijak. Meniru bangsa lain bukanlah solusi untuk menjadi bangsa yang besar, sebaliknya menjaga kearifan lokal dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara justru pertanda bahwa kita adalah bangsa yang besar. Jika tidak mempertahankan kearifan lokal yang ada, bukan tidak mungkin bangsa lain yang akan mengambil alihnya dan menjadikan bangsa kita hanya sebagai penonton kemenangan bangsa lain karena sangat dinilai tidak mengenali bangsanya sendiri.

      5. Politik yang Tidak Stabil

      Politik adalah salah satu faktor yang dinilai dapat mempengaruhi perekonomian suatu bangsa. Bangsa yang maju dapat dilihat dari majunya politik yang dijalankan di negaranya. Sebaliknya, semakin buruk dunia politik suatu Negara maka akan semakin tidak dipercaya oleh bangsa lain. Untuk berbisnis, kepercayaan adalah yang utama. Bisnis dibangun atas kerjasama dan hitam di atas putih. Bayangkan jika suatu Negara tidak mampu memberikan  lingkungan usaha yang tidak kondusif jelas investor juga tidak sungkan-sungkan menarik segala asset dan investasi yang telah ditanam di Indonesia. Beberapa kali, buruh di Indonesia dinilai menjadi permasalahan buruknya kinerja perusahaan. Kondisi politik menjadi salah satu pemicu terjadinya demonstrasi buruh besar-besaran. Karena setiap ada pergantian pemimpin, setiap itu pulalah kondisi politik tidak stabil. Momen itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menggoyahkan pemerintahan yang ada yakni dengan menentang semua perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya antara pemerintah dengan investor sehingga mengakibatkan semakin hilangnya kepercayaan bangsa lain untuk mengikat hubungan bisnis dengan Indonesia. Politik yang stabil mutlak diperlukan, apalagi nanti ketika AFTA 2015 dimulai bahkan setelahnya. Jika Indonesia tidak mampu mengendalikan politik yang aman dan damai, maka justru kerugian yang diperoleh dari adanya AFTA 2015 tersebut.