Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuat tenaga kerja Indonesia akan bersaing ketat dengan tenaga kerja asing. MEA ini akan lebih dibanjiri oleh tenaga kerja yang terampil. Bagi perusahaan untuk bersaing di kancah bisnis mereka akan berusaha mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang hasilnya bisnis.
Mereka tidak melihat lagi dari mana asal negara sumber daya manusia (SDM) yang mendukung bisnisnya. Pilihan untuk tenaga kerja itu tidak harus mengambil dari lokal. Bisa saja diambil dari negara lain, asalkan memenuhi kriteria kebutuhan korporasi.
Manfaat MEA bagi Indonesia yaitu ASEAN menjadi tujuan ekspor produk Indonesia dan sumber impor barang modal industri Indonesia, memperlancar arus barang, jasa, modal serta investasi. MEA bagian untuk membangun ekonomi kerakyatan. Caranya adalah mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk peningkatan produktivitas nasional.
MEA sendiri memiliki empat pilar sebagai penopang integrasi ekonomi kawasan, empat pilar tersebut yaitu :
1. Pasar tunggal dan basis produksi
2. Kawasan perekonomian yang kompetitif
3. Pembangunan ekonomi yang merata
4. Integrasi kedalam perekonomian global
Agar dapat memenuhi 4 pilar MEA tersebut, haruslah meningkatkan dahulu pada bidang SDM (Sumber Daya Manusia). sebagai tenaga kerja lokal, untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja asing kita harus meningkatkan :
- Skill, hardskill maupun softskill yang meningkat pada kemampuan yang dimiliki seseorang maka akan menjadikan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan berkualitas di dunia kerja.
- Mempersiapkan mental yang kuat, menjadikan pikiran yang terbuka dan mengubah cara pandang dengan melihat segala hal dari berbagai sudut pandang berbeda agar lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
- Mempelajari bahasa asing, dengan mempelajari bahasa asing dapat meningkatkan komunikasi di era globalisasi. Kemampuan bahasa asing juga harus diimbangi dengan public speaking yang baik.
- Networking, dengan memperbanyak kenalan dan mengikuti komunitas maka akan memperbesar peluang untuk mengembangkan usaha dan karir.
Selain itu, solusi tantangan terhadap SDM adalah dengan meningkatkan komitmen pemerintah, swasta dan akademisi untuk menjadikan pendidikan pelatihan kerja sebagai sarana peningkatan kompetensi dan daya saing SDM Indonesia.
Percepatan implementasi SDM berbasis kompetensi dilakukan melalui pengembangan SKKNI di semua sektor, peningkatan kapasitas dan kualitas lembaga pelatihan, perkuatan lembaga sertifikasi dan rekognisi kompetensi kerja. Menurut penguatan investasi SDM dapat melalui pendidikan formal dan pelatihan kerja.
https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/02/03/2016/mea-persaingan-antara-tenaga-kerja-lokal-dengan-tka
https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/02/03/2016/mea-persaingan-antara-tenaga-kerja-lokal-dengan-tka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar